📍 Asal Usul Nama
Wani Lumbumpetigo adalah desa di kecamatan Tanantovea, Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia. Asal nama Lumbumpetigo berasal dari gabungan kedua nama perkampungan yang terdapat dalam desa Wani Satu, yakni:
- Lumbumambo dan Boyampetigo
- Lumbum berarti tanah yang subur dan gembur atau sering disebut tanahmbone
- Petigo (Petioge) berarti sebuah peti besar yang diyakini masyarakat sebagai tempat penyimpanan harta karun peninggalan raja yang tidak ditemukan keberadaannya karena dijaga oleh makhluk ghaib
💡 Makna Filosofis:
Bila digabungkan, Lumbumpetigo bermakna bahwasanya desa Wani Lumbumpetigo merupakan tanah yang subur serta menjadi wadah yang menyimpan hasil kekayaan alam untuk masa yang akan datang.
🏛️ Pembentukan Desa
Desa Wani Lumbumpetigo merupakan hasil pemekaran dari desa induk di kecamatan Tanantovea yakni Desa Wani Satu.
📅 30 Desember 2011 - Desa Lumbumpetigo diresmikan bersama dengan 18 desa hasil pemekaran lainnya di Donggala oleh Habir Ponulele selaku Bupati Donggala saat itu.
👥 Sejarah Pemerintahan Desa
Kepala Desa sebelum dan sesudah berdirinya Desa Wani Lumbumpetigo:
8.
Nurdin Yampu (1991 - 1999)
9.
Badjran Ambara, BBA (1999 - 2008)
10.
Moh. Ikbal A. Kono (2008 - 2015)
11.
Sahrudin Lavebidja (2012 - 2017)
12.
Ismail Mudohali (2017 - 2019)
13.
Anwar M. Pali S, Kom (2019 - 2020)
15.
Abdurahman Rifai (2023 - 2024)
16.
Uswatun Hasanah, SE (2024 - 2025)
17.
Amir Ramang (2025 - Sekarang) 🌟
🌍 Kondisi Geografis
Desa Wani Lumbumpetigo secara geografis terletak di sebelah Utara pedesaan di wilayah Kecamatan Tanantovea, memiliki potensi yang cukup strategis dengan luas wilayah 181 Ha yang terbagi menjadi Tiga Dusun: Dusun I, Dusun II, dan Dusun III.
📍 Batas Wilayah:
���️ Utara: Desa Wani Tiga
⬅️ Barat: Desa Labuan Lelea
�����️ Selatan: Desa Wani Satu
➡️ Timur: Kelurahan Boya Pantoloan
🌍 Kondisi Topografi
Kondisi topografi adalah kondisi permukaan atau keadaan relief Desa Lumbumpetigo. Desa Lumbumpetigo terbagi dalam 3 (Tiga) Dusun dengan kondisi topografi berupa tanah datar dan perbukitan rendah. Beberapa dusun berbatasan dengan Sungai Limoya Kelurahan Pantoloan.
📏 Elevasi dan Luas Wilayah:
- ⛰️ 80% wilayah berada pada ketinggian 4 Km di atas permukaan laut
- • 80 Ha berupa dataran
- • 101 Ha berupa perbukitan
- • Merupakan wilayah dataran rendah dengan kontur tanah datar yang diapit oleh bukit-bukit
�� Keunggulan Lokasi:
Kondisi sebagian besar wilayah berupa tanah datar menjadikan Desa Wani Lumbumpetigo sebagai lokasi pemukiman yang cukup nyaman dan aman untuk ditinggali. Desa ini juga termasuk dalam wilayah Ibukota Kecamatan Tanantovea sehingga memiliki orbitasi yang cukup dekat dengan wilayah-wilayah strategis di Kabupaten Donggala.
📍 Sebaran Dusun (2013 - 2020)
| No |
Dusun |
Jarak dari Kantor Desa |
| 1 |
Dusun I |
250 Meter |
| 2 |
Dusun II |
0 Meter (Lokasi Kantor Desa) |
| 3 |
Dusun III |
200 Meter |
🚗 Jarak Tempuh ke Wilayah Strategis (2020)
| No |
Tujuan |
Jarak |
Waktu Tempuh |
Transportasi |
| 1 |
Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah |
30 Km |
1 Jam |
Darat |
| 2 |
Ibukota Kec. Tanantovea |
2 Km |
8 Menit |
Darat |
| 3 |
Ibukota Kab. Donggala |
65 Km |
2 Jam |
Darat |
| 4 |
Desa Wani Satu |
1,5 Km |
3 Menit |
Darat |
| 5 |
Desa Wani Dua |
2 Km |
8 Menit |
Darat |
| 6 |
Desa Wani Tiga |
2 Km |
12 Menit |
Darat |
| 7 |
Desa Wombo Mpanau |
5 Km |
25 Menit |
Darat |
| 8 |
Desa Wombo |
6 Km |
26 Menit |
Darat |
| 9 |
Desa Wombo Kalonggo |
7 Km |
28 Menit |
Darat |
| 10 |
Desa Nupabomba |
12 Km |
38 Menit |
Darat |
| 11 |
Desa Guntarano |
15 Km |
40 Menit |
Darat |
| 12 |
Desa Bale |
4 Km |
42 Menit |
Darat |
Sumber: Hasil Pengkajian Desa Wani Lumbumpetigo, 2023
💧 Kondisi Hidrologi
Kondisi hidrologi merupakan keadaan pergerakan, distribusi dan kualitas air pada suatu wilayah. Desa Wani Lumbumpetigo dilewati oleh Dua aliran sungai yaitu:
🏞��� Sungai Bionga
Panjang: 1,57 Km
🏞️ Sungai Bekava
Panjang: 1,57 Km
⚠️ Peringatan Banjir:
Aliran sungai yang melewati wilayah Desa Wani Lumbumpetigo merupakan sungai yang tidak aktif, namun pada musim penghujan dapat mengakibatkan banjir sehingga wilayah pemukiman penduduk tergenang air.
🌦️ Kondisi Klimatologi
Kondisi klimatologi merupakan keadaan suatu wilayah dilihat dari perspektif kondisi iklim atau musim yang terjadi setiap tahunnya. Desa Wani Lumbumpetigo merupakan daerah tropis yang memiliki dua musim:
☀️ Musim Kemarau
Periode: Juni - Oktober
Bulan terkering: September
🌧️ Musim Penghujan
Periode: Desember - Mei
Bulan terbasah: April
📊 Data Curah Hujan:
Jumlah curah hujan tahunan: 1.100 - 1.500 mm
Sebagaimana wilayah Kabupaten Donggala pada umumnya yang beriklim basah, begitu pula Desa Wani Lumbumpetigo, sehingga wilayah desa ini memiliki sumber daya air yang potensial, namun perlu diwaspadai ketika terjadi jumlah curah hujan tinggi dapat berpotensi menimbulkan ancaman bencana alam berupa banjir.
�� Kondisi Geologi
Secara geologis, Desa Wani Lumbumpetigo tentunya tersusun atas beberapa jenis batuan, namun sampai dengan sekarang belum pernah dilakukan pendataan terkait kondisi geologis Desa Wani Lumbumpetigo.
���️ Catatan: Keterbatasan data disebabkan tidak adanya sumber daya manusia desa yang memiliki kompetensi ilmu geologi dan keterbatasan dana untuk mengadakan tenaga pendata/peneliti geologi dari luar Desa Wani Lumbumpetigo.
🌱 Kondisi Tanah
Kondisi tanah pada wilayah Desa Wani Lumbumpetigo berdasarkan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh Tim Pendataan Desa dapat disimpulkan bahwa struktur tanah desa berupa tanah subur dan gembur, hanya pada beberapa titik lokasi terdapat struktur tanah yang berbatuan kecil.
🌾 Potensi Pertanian dan Perkebunan:
Kondisi tanah pada Desa Wani Lumbumpetigo dapat dimanfaatkan untuk usaha pertanian tanaman pangan dan perkebunan:
🌾 Palawija 🫚 Jahe 🌰 Cengkeh 🍈 Durian 🥭 Mangga 🥑 Alpukat 🍫 Coklat ��� Kelapa
📝 Catatan: Pendataan kondisi tanah dilaksanakan oleh Tim Pendataan Desa dengan keterbatasan sumber daya manusia yang tidak memiliki pengetahuan khusus dalam menganalisis struktur tanah desa secara komprehensif.
�� Data Tingkat Kesuburan Tanah (2020)
| No |
Tingkat Kesuburan |
Luas |
| 1 |
🌿 Sangat Subur |
30 Ha |
| 2 |
🌱 Subur |
60 Ha |
| 3 |
���️ Sedang |
20 Ha |
| 4 |
��️ Tidak Subur/Kritis |
- |
| Total Luas: |
110 Ha |
Sumber: Hasil Pengkajian Desa Wani Lumbumpetigo, 2020
🗺️ Penggunaan Lahan
Desa Wani Lumbumpetigo yang diperkirakan seluas 181 Ha dipergunakan oleh masyarakat, pemerintah desa dan pihak swasta dengan berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan tentang rencana tata ruang dan rencana wilayah, serta berlandaskan prinsip kelestarian lingkungan hidup.
📋 Kategori Penggunaan Lahan:
- • Pemukiman penduduk
- • Persawahan
- • Perkebunan
- • Lokasi pemerintahan dan fasilitas umum
📊 Data Penggunaan Lahan (2013 - 2021)
| No |
Jenis Penggunaan |
Luas |
Keterangan |
| 1 |
🏛️ Lokasi Pemerintahan/Fasilitas Umum:
- • Perkantoran Pemerintah
- • Poskesdes
- • Posyandu
- • Kantor BUMDes
- • Sekolah
- • Lapangan
- • Masjid
- • Taman/RTH
|
0,5 Ha
0,5 Ha
0,2 Ha
-
0,5 Ha
0,5 Ha
-
-
|
- |
| 2 |
������️ Pemukiman |
30 Ha |
- |
| 3 |
🏪 Perdagangan:
|
|
- |
| 4 |
🌾 Persawahan:
- • Sawah Irigasi
- • Sawah Irigasi �� Teknis
- • Tanah Kering
- • Ladang
|
|
- |
| 5 |
🌳 Perkebunan:
- • Perkebunan Masyarakat
- • Perkebunan Negara
- • Perkebunan Swasta
|
|
- |
| 6 |
�� APL (Area Penggunaan Lain) |
- |
- |
| 7 |
🌐 Lahan Tidur |
3.458 Ha |
- |
💡 Catatan Penting:
Data penggunaan lahan ini mencerminkan pemanfaatan wilayah Desa Wani Lumbumpetigo yang disesuaikan dengan tata ruang, kelestarian lingkungan, dan kebutuhan pembangunan desa. Terdapat lahan tidur seluas 3.458 Ha yang berpotensi untuk pengembangan masa depan.
Sumber: Data Penggunaan Lahan Desa Wani Lumbumpetigo Tahun 2013 - 2021
Sumber: Informasi dari tokoh masyarakat Desa Wani Lumbumpetigo, dikembangkan oleh Sekretaris Desa Wani Lumbumpetigo. @bySyam